KEHIDUPAN SOSIAL
- A. Interaksi Sebagai Proses Sosial
- 1. Pengertian Interaksi Sosial
Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara segi kehidupan yang
satu mempengaruhi segi kehidupan ekonomi berpengaruh kepada segi
kehidupan lainnya.
Adanya berbagai aktivitas manusia yang dapat mempengaruhi aktivitas
manusia lainnya itulah yang disebut interaksi sosial. Dengan demikian
dapat diketahui bentuk utama dari proses sosial yaitu interaksi sosial.
Interaksi sosial merupakan faktor yang megakibatkan terjadinya aktivitas
sosial.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu manusia
dengan individu lainnya, antara individu dengan kelompok atau antara
kelompok dan individu. Hubungan interaksi tersebut diatur oleh
nilai-nilai dan norma-norma hidu bermasyarakat.
- 2. Jenis-Jenis Interaksi Sosial
Kontak dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi
sosial bisa juga terjadi meskipun antara dua manusia yang bertemu tidak
saling menegur atau berbicara. Syarat terjadinya interaksi sosial atau
proses sosial yaitu adanya kontak dan komunikasi.
Jenis-jenis interaksi sosial ada tiga macam yaitu :
1) Interaksi sosial antar individu
Yaitu interaksi sosial yang terjadi antara orang per orang atau individu dengan individu lainnya
2) Interaksi sosial antara individu dengan kelompok
Yaitu interaksi sosial yang terjadi antara individu dengan kelompoknya.
3) Interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok
Yaitu interaksi sosial yang terjadi antara kelompok yang satu dengan yang lain.
Interaksi sosial terjadi apabila adanya kontak dan komunikasi dalam
bentuk aktivitas sosial. Ciri-ciri dari interaksi sosial tersebut yaitu:
pelakunya lebih dari satu orang, adanya kontak dan komunikasi, adanya
dimensi waktu dan adanya tujuan.
- B. Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian
- 1. Pengertian Proses Sosialisasi
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, proses sosial adalah
pengaruh timbal balik antara berbagai bidang kehidupan yang berguna.
Kehidupan bersama itu dapat dilihat dari berbagai segi.
Keseluruhan kebiasaan yang dimiliki manusia di bidang ekonomi,
kekeluargaan, pendidikan, agama, politik, dan sebagainya harus
dipelajari oleh setiap anggota baru masyarakat melalui suatu proses yang
dinamakan sosialisasi.
Menurut Bedger, sosialisasi sebagai proses melalui bagaimana seorang
anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.
- 2. Agen / Media Sosialisasi
1) Keluarga
Merupakan lingkungan utama yang pertama kali dikenal oleh anak. Agen
sosialisasi di lingkungan keluarga meliputi; orangtua, saudara kandung,
dsb. Arti pentingnya agen sosialisasi terletak pada pentingnya kemampuan
yang harus diajarkan kepada anak.
Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang mengajarkan cara kita berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain.
2) Teman Bermain
Anak mulai bergaul dengan lingkungan selain keluarganya. Pada
lingkungan ini seorang anak mempelajari berbagai kemampuan baru, dia
melakukan interaksi sosial sederajat, anak memasuki
game stage yaitu mempelajari aturan yang mengatur peran orang lain yang kedudukannya sederajat. Dalam kelompok ini, anak mulai belajar nilai-nilai keadilan.
3) Lingkungan Sekolah
Dilingkungan sekolah atau pendidikan formal seorang anak mulai
mempelajari hal-hla baru yang belum dipelajari dalam lingkungan keluarga
maupun kelompok bermain. Pendidikan formal mempersiapkan penguasaan
peran-peran baru yang akan digunakan di kemudian hari, pada saat anak
tidak tergantung pada orang tua lagi. Di lingkungan sekolah, seseorang
belajar bahasa (mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis), belajar
matematika, ilmu pengetahuan sosial dan pelajaran lain-lain. Di
lingkungan sekolah, para siswa belajar kemandirian, prestasi, umum dan
khusus.
4) Media Massa
Yaitu media cetak maupun elektronik merupakan bentuk komunikasi yang
dikategorikan sebagai agen sosialisasi. Pesan-pesan yang disampaikan
media masa tersebut akan mempengaruhi perilaku seseorang.
- 3. Tujuan dan Indikator Keberhasilan Proses Sosialisasi
- a. Tujuan Sosialisasi
Yaitu sebagai proses pengenalan diri sendiri dan orang lain dengan perannya masing-masing.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tujuan sosialisasi adalah:
1) Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial di mana seseorang bertempat tinggal.
2) Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial masyarakat
3) Untuk mengenal lingkungan alam sekitar
4) Untuk mengenal sistem nilai-nilai norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakat.
5) Untuk mengenal dan mengetahui lingkungan sosial budaya sehingga dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat.
- b. Indikator keberhasilan proses sosialisasi
Keberhasilan seseorang individu dalam proses sosialisasi dapat dilihat dan diukur dari adanya indikasi-indikasi sebagai berikut:
1) Dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan alam sekitarnya.
2) Dapat berintegrasi dengan lingkungan sosial masyarakat.
3) Adanya peningkatan status dan peranan seseorang dalam usaha peningkatan kasir.
- 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Proses Sosialisasi
1) Faktor dari dalam individu
, meliputi:
- Biologis yang meliputi bentuk tubuh, golongan darah, wajah dan alat indera,
- Tingkat kecerdasan atau Intelegensi Question (IQ),
- Tingkat emosional atau Emotional Question (EQ),
- Potensi, bakat, serta keterampilan.
2) Faktor dari luar individu
, yaitu:
Lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat setempat, lingkungan
bermain/pergaulan, lingkungan pendidikan, dan lingkungan pekerjaan.
- 5. Pembentukan Kepribadian
- a. Faktor-faktor pembentuk kepribadian
“kepribadian” adalah sebagai ciri-ciri watak seseorang individu yang
konsisten, yang memiliki identitas khusus sebagai individu. Ciri khas
tersebut berbeda antara individu yang satu dengan individu lainnya.
Dengan demikian kepribadian dapat diartikan sebagai keseluruhan cara
seorang individu berinteraksi dan beraksi dengan orang lain yang
meliputi sikap, perilaku, kebiasaan dan sifat khas yang dimiliki oleh
individu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang adalah :
1) Faktor keturunan
Diantaranya yaitu ukuran fisik, jenis kelamin, bentuk wajah atau
temperamen, dan secara biologis berpengaruh terhadap perilaku,
pengendalian diri, dorongan, sikap dan minat.
2) Faktor lingkungan alam
Perbedaan iklim dan sumber dari alam menyebablan manusia harus dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan alam. Upaya penyesuaian diri ini
akan berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian seseorang.
3) Lingkup budaya
Proses pembentuk kepribadian dipengaruhi juga adanya kebudayaan
setempat. Misalnya: adat istiadat, budaya daerah, agama, atau
kepercayaan yang dianut masyarakat dan keluarganya.
4) Situasi
Situasi mempengaruhi efek dari keturunan dan lingkungan terhadap
kepribadian. Meskipun pada umumnya kepribadian itu stabil dan konsisten,
justru dapat berubah dalma situasi-situasi yang buruk.
- b. Unsur-unsur pembentuk kepribadian
1) Pengetahuan
Merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang
manusia yang sadar, dan secara nyata yang terkandung di dalam otaknya.
Seluruh proses akal manusia yang sudah jadi antara lain: persepsi,
apersepsi, pengamatan, konsep maupun fantasi.
2) Perasaan
Adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia, karena pengaruh
pengetahuannya, dinilai sebagai keadaan positif atau negatif. Suatu
perasaan yang bersifat subyektif biasanya menimbulkan kehendak,
keinginan, emosi, dan dorongan naluri.
- c. Tipologi kepribadian
Tipologi kepribadian seseorang dibedakan menjadi enam tipologi dan
masing-masing memiliki karakter dan kedudukan yang berbeda-beda. Yaitu:
1) Realistis
Yaitu seseorang yang menyukai kegiatan fisik yang menuntut keterampilan, kekuatan,dan koordinasi.
2) Investigatif
Seseorang yang memiliki tipe ini, menyukai kegiatan yang mencakup pemikiran, pengorganisasian, dan pemahaman.
3) Sosial
Yaitu seseorang yang menyukai kegiatan yang membantu meringankan beban orang lain.
4) Konvensional
Yaitu tipe orang yang menyukai kegiatan yang diatur dengan peraturan yang jelas.
5) Enterfrising
Tipe ini menyukai kegiatan di mana selalu ada peluang untuk mempengaruhi orang lain.
6) Artistik
Tipe ini menyukai kegiatan yang bersifat mendua, ekspresif, kreatif.
- 6. Fungsi Nilai dan Norma Sosial
- Nilai sosial
Nilai adalah suatu ukuran atau patokan yang diyakini dan dijadikan
standar pedoman. Nilai sosial berarti pedoman perilaku yang dianggap
baik, pantas dan benar sebagai ukuran perilaku masyarakat.
Ciri-ciri nilai sosial:
1) Hasil interaksi sosial antara warga masyarakat,
2) Bukan pembawaan sejak lahir,
3) Terbentuk melalui proses belajar,
4) Dapat mempengaruhi perkembangan pribadi,
5) Berhubungan satu sama lain,
6) Bervariasi antara budaya yang satu dengan yang lain.
- Norma sosial
Ciri-ciri norma sosial:
1) Umumnya tidak tertulis kecuali norma hukum,
2) Hasil dan kesepakatan masyarakat,
3) Warga masyarakat mentaatinya,
4) Mengandung sanksi bagi yang melanggarnya, dan
5) Menyebabkan terjadinya perubahan sosial sehingga norma sosial dapat berubah pula.
Norma artinya patokan atau ukuran yang memiliki sanksi-sanksi. Norma
dijadikan pedoman untuk memotivasi dan menekan seseorang, kelompok atau
masyarakat secara keseluruhan.
Jenis-jenis norma sosial:
1) Norma kesusilaan
Norma kesusilaan adalah norma yang bersumber dari perasaan manusia.
Norma kesopanan merupakan norma yang bersumber pada akal pikiran
manusia.
Norma kesopanan maupun norma kesusilaan merupakan norma yang paling
dasar. Norma tersebut mengatur interaksi timbal balik antar individu,
antara individu dengan kelompok, antarkelompok dalam pergaulan di
masyarakat.
2) Norma adat atau kebiasaan
Yaitu suatu rangkaian aturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat
yang dipergunakan secara berulang-ulang dan dibakukan sebagai pedoman
adat dalam kelompok masyarakat tertentu.
3) Norma agama
Yaitu aturan-aturan yang bersumber dan ajaran agama yang mengikat
pada penganutnyayang berisi perintah-perintah maupun larangan bagi
penganutnya masing-masing untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan
akhirat, pelanggaran norma tersebut akan dianggap sebagai perbuatan dosa
4) Norma hukum
Merupakan suatu rangkaian aturan yang dibuat oleh lembaga berwenang
untuk dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan warga negara, dan
kehidupan dalam hal ini sanksi bagi yang melanggar dikenai denda,
hukuman penjara, sesuai tingkatan kesalahannya.
- Fungsi nilai dan norma sosial
1) Sebagai petunjuk perilaku
Nilai dan norma merupakan sesuatu yang mengandung kebaikan yang telah diyakini dan dijadikan pedoman dalam kehidupan.
2) Sebagai pelindung pihak-pihak yang lemah
Nilai dan norma membatasi ruang gerak orang-orang yang kuat untuk
melakukan perilaku sekehendaknya. Aktivitas seseorang, akan dibatasi
oleh adanya nilai-nilai dan norma-norma sosial dan agama, agar tidak
melanggar hak-hak orang lain terutama warga masyarakat lemah.
3) Sebagai motivator individu untuk melakukan sesuatu
Jika seseorang berpedoman pada nilai-nilai norma-norma sosial, maka
akan mendorong seseorang untuk berbuat yang terbaik dan menjauhi hal-hal
yang tidak baik atau terlarang.
- Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan nilai dan norma
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perubahan nilai dan norma dalam masyarakat antara lain sbb:
1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
Akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi secara pesat dan
timbulnya inovasi-inovasi baru melahirkan gagasan-gagasan baru atau
penemuan-penemuan baru sangat mendorong terjadinya pergeseran nilai dan
norma.
2) Pengaruh kebudayaan asing
Akibat lajunya perkembangan teknologi informasi, memungkinkan
kebudayaan asing masuk ke dalam kebudayaan masyarakat dan memungkinkan
terjadinya asimilasi dan akulturasi. Dengan demikian secara lambat laun
niali dan norma sosial yang ada terpengaruh bergeser dan berbaur dengan
nilai kebudayaan asing tersebut.
3) Perubahan struktur pemerintahan
Perubahan struktur pemerintahan dan personilnya sangat mungkin
mendorong terjadinya perubahan. Misalnya perubahan UUD, UU, peraturan
pemerintah, peraturan presiden, peraturan menteri, peraturan daerah,
keputusan gubernur, keputusan bupati, dsb.
- C. Bentuk-bentuk interaksi sosial
- Proses Assosiatif
- Kerja sama
Adalah suatu usaha bersama antara individu dengan individu lainnya,
atau antar individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok untuk
mencapai tujuan bersama.
- Akomodasi
Terdapat dua pengertian akomodasi.
Pengertian pertama=> akomodasi yang menunjuk pada suatu keadaan,
artinya adanya keseimbangan dalam interaksi antara individu dengan
individu lain.
Pengertian kedua=> akomodasi sebagai suatu proses menunjukkan pada
usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu pertentangan dengan maksud
mencapai kestabilan.
Secara umum tujuan akomodasi adalah:
1) Untuk mengurangi pertentangan antara individu, individu dengan
kelompok atau kelompok dengan kelompok sebagai akibat adanya perbedaan
pendapat.
2) Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu.
3) Memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok
sosial yang hidupnya terpisah akibat faktor-faktor psikologis dan
kebudayaan.
4) Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah.
Sebagai suatu proses akomodasi mempunyai beberapa bentuk antara lain:
1) Toleransi
Merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal,
kadang-kadang toleransi timbul secara tidak sadar dan tanpa
direncanakan.
2) Kompromi
Adalah suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat
saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian terhadap
perselisihan yang ada. Salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan
memahami keadaan pihak lainnya dan begitu sebaliknya.
3) Arbitrasi
Yaitu suatu cara mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang
berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Perselisihan diselesaikan
oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak.
4) Mediasi
Yaitu suatu cara mencapai kompromi yang hampir sama dengan arbitrasi.
Di dalam mediasi kedudukan pihak ketiga sebagai penasihat yang bertugas
mengusahakan suatu penyelesaian damai. Keputusan-keputusan tetap berada
pada pihak I dan pihak II.
5) Konsiliasi
Yaitu suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak
yang berselisih demi mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini terbuka
untuk mengadakan asimilasi.
6) Adjudikasi
Yaitu suatu cara penyelesaian perselisihan secara damai dengan
keputusan yang berwenang yang tujuannya mendapat keadilan, contohnya
lewat pengadilan.
- Proses Disassosiatif
- Persaingan
Adalah suatu proses sosial tempat individu atau kelompok manusia
saling bersaing dan mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan
yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum.
- Kontravensi
Merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan.
Merupakan rencana dan perasaan tidak suka yang disembunyikan, seperti keraguan bahkan kebencian terhadap kepribadian seseorang.
- Proses Interaksi Sosial
- Tahap-tahap proses interaksi sosial
- Kontak dan komunikasi
Tahap-tahap proses interaksi sosial yaitu kontak dan komunikasi.
Kontak dan komunikasi merupakan syarat mutlak terjadinya proses
interaksi sosial. Akibat adanya kontak dan komunikasi dapat bersifat
positif dan negatif.
- Kontak primer dan kontak sekunder
Kontak dapat bersifat primer dan sekunder. Kontak yang bersifat primer berupa pertemuan atau tatap muka.
Kontak yang bersifat sekunder adalah kontak yang tidak melibatkan pertemuan langsung melainkan melalui perantara.
- Kontak tanpa komunikasi
Kontak dapat terjadi tanpa komunikasi, misalnya: kamu bertemu dengan
turis dari Inggris, karena kamu tidak bisa berbahasa Inggris dan
sebaliknya turis tidak bisa berbahasa Indonesia, maka kamu bertanya
menggunakan bahasa Indonesia padahal turis tidak mengerti berarti tidak
terjadi komunikasi. Oleh karena itu terjadi kontak tanpa komunikasi.
- Faktor-faktor pendorong proses interaksi sosial
- Faktor pendorong yang bersumber dari dalam
Manusia adalah makhluk sosial tidak dapat hidup tanpa bantuan orang
lain. Manusia hidup pasti memiliki kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itulah
yang mendorong manusia untuk melakukan interaksi sosial.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial yang berasal dari dalam, yaitu:
1) Kebutuhan fisik, yaitu kebutuhan yang paling dasar untuk mempertahankan kelangsungan hidup.
2) Kebutuhan keamanan dan keselamatan, yaitu kebutuhan untuk
merasa aman dari ancaman dan keselamatan dalam melakukan pekerjaan.
3) Kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan berteman, dicintai dan
mencintai, bergaul, perasaan diterima oleh orang lain, perasaan
dihormati, perasaan ingin kemajuan.
4) Kebutuhan akan penghargaan diri, yaitu kebutuhan penghargaan dari orang lain, prestise dan pengakuan.
5) Kebutuhan aktualisasi diri, yaitu kebutuhan menggunakna kemampuan, keterampilan dan prestasi.
- b. Faktor pendorong yang bersumber dari luar
Proses interaksi sosial terjadi karena adanya rangsangan, tanggapan, aksi dan reaksi.
Faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial yang berasal dari luar, yaitu:
1) Sugesti
Yaitu rangsangan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain
dengan cara mempengaruhi segi kejiwaan. Dengan pemberian sugesti, orang
lain melakukan tindakan menuruti atau menerima apa yang diperintahkan
tanpa berpikir panjang.
2) Motivasi
Adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau
tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.
3) Imitasi
Yaitu proses interaksi sosial yang berupa perilaku untuk meniru orang
lain meliputi sikap, penampilan, maupun gaya hidup. Proses imitasi
pertama terjadi dalam sosialisasi keluarga.
4) Identifikasi
Adalah proses interaksi sosial berupa upaya menyamai orang lain atau
imitasi yang lebih dalam, artinya bukan saja perilaku yang ditiru tetapi
sudah mengarah ke kejiwaan.
5) Simpati
Adalah proses kejiwaan seseorang merasa tertarik kepada seseorang/
sekelompok orang karena sikap, penampilan, tindakan, kewibawaan,
kepandaian, keterampilan, kecantikan. Dari rasa simpati ini berkembang
menjadi rasa cinta kasih atau sayang.